Tugas UAS Komputasi Paralel

Berdasarkan artikel “KOMPUTASI PARALEL UNTUK PENGOLAHAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA” (Andri Lesmana Wanasurya, 2017), artikel dapat diakses pada link berikut
Dari artikel tersebut, jelaskan beberapa poin berikut ini:
1.   Yang menjadi objek dari penelitian adalah Nilai Mahasiswa
2.   Yang mendasari penulis menggunakan komputasi paralel dalam menyelesaikan permasalahannya adalah karena komputasi paralel terbukti baik dalam pengolahan data mahasiswa dalam jumlah besar dan dapat meningkatkan efisiensi waktu proses perhitungan sehingga penggunaan sumber daya komputasi lebih efektif dan efisien sesuai salah satu ciri teknologi hijau.
3.   Hasil analisis dari artikel tersebut, adalah sebagai berikut.
Dari lima buah model pengujian yang dilakukan menghubungkah komputer dalam jaringan dan memanfaatkan Message Passing Interface untuk membentuk virtual parallel platform dimana tiap-tiap model pengujian menggunakan jumlah komputer dan jumlah proses paralel yang berbeda-beda, terlihat bahwa semakin banyak jumlah komputer dan proses paralel yang digunakan, semakin sedikit waktu komputasi yang dibutuhkan untuk pengolahan data mahasiswa atau lebih tinggi peningkatan kinerja yang dihasilkan (Relative Speedup).
4.   Apakah memungkinkan permasalahan pada artikel tersebut diselesaikan menggunakan metode lainnya? Ya. Terdapat pilihan metode lain yang dapat digunakan, contohnya Grid Computing dan Cloud Computing.


Grid Computing

Berdasarkan definisi dari IBM Redpaper, grid yaitu kumpulan mesin atau node yang berkontribusi membentuk sebuah sistem secara keseluruhan. Beberapa sumberdaya dapat digunakan oleh semua pengguna grid, sementara beberapa sumberdaya lainnya mungkin akan dibatasi hanya untuk grup pengguna tertentu saja. Grid computing dapat dipandang sebagai sistem komputasi terdistribusi yang dibawa ke tingkatan yang lebih lanjut. Tujuannya adalah menciptakan sebuah ilusi sistem komputasi virtual yang sangat besar, powerful, dan self-managing; yang pada kenyataannya sistem itu tersusun dari sekumpulan sistem heterogen yang terhubung dan masing-masingnya mengkontribusikan berbagai macam kombinasi sumberdaya.
Sumberdaya yang dimaksud meliputi perangkat keras (core processor, RAM, harddisk, dan sebagainya) dan perangkat lunak (compiler, middleware, libraries, dan sebagainya).
Grid computing adalah teknologi untuk mengkoordinasikan resource sharing dalam skala besar yang melibatkan berbagai autonomous group (atau sistem terdistribusi yang terpisah secara geografis), untuk menyelesaikan suatu problem komputasi dalam skala besar di dalam sebuah lingkungan virtual organization (VO) yang bersifat dinamis dan multi-institusional [2] [3]. Resource sharing ini dikendalikan berdasarkan rules (aturan) yang telah disepakati antara penyedia sumberdaya dan pengguna sumberdaya. Kumpulan individu dan/atau institusi yang diatur oleh rules bersama itu disebut virtual organization (VO) [3]. Sistem grid computing menyediakan protokol dan layanan yang terbagi dalam lima lapisan [2], seperti dapat dilihat di Gambar 1.


Pada lapisan terbawah, yaitu layer fabric, grid menyediakan akses ke berbagai jenis sumberdaya misalnya prosesor, storage, network, repositori kode program, dan sebagainya. Contoh protokol yang bekerja pada layer fabric yaitu GARA dan Falkom. Layer connectivity bertugas meyediakan protokol jaringan dan sarana komunikasi yang digunakan dalam menghubungkan sistem. Contoh protokol yang bekerja di layer connectivity yaitu GSI (Grid Security Infrastructure). Layer resource menyediakan protokol untuk publication, discovery, negotiation, accounting, serta payment (pembayaran) dari pemakaian sumberdaya tersebut. Contoh protokol yang bekerja di layer resource yaitu GRAM (Grid Resource Allocation Management) dan GridFTP. Layer collective sama dengan layer resource, yang membedakan yaitu layer collective mengatur sumber daya yang sifatnya berkelompok. Contoh protokol yang bekerja pada layer collective yaitu MDS (Monitoring and Discovery Service), Condor-G, Nimrod-G, MPICH, dan CAS (Community Authorization Service). Layer application terdiri dari seluruh aplikasi pengguna serta API (application programming interface) yang dibangun di atas sistem grid tersebut, dan dijalankan di lingkungan virtual organization (VO) [3].



Cloud Computing

Komputasi awan (cloud computing) adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi, di mana pengguna komputer diberikan hak akses (login). Penerapan komputasi awan saat ini sudah dilakukan oleh sejumlah perusahaan IT terkemuka di dunia. Sebut saja di antaranya adalah Google (google drive) dan IBM (blue cord initiative). Sedangkan di Indonesia, salah satu perusahaan yang sudah menerapkan komputasi awan adalah Telkom (Anggi, pusatteknologi.com).

Ada 3 (tiga) model pengiriman (delivery) dalam komputasi awan: (1) Software as a Service (SaaS), (2) Platform as a Service (PaaS), dan (3) Infrastructure as a Service (IaaS). SaaS merupakan layanan untuk menggunakan aplikasi yang telah disediakan – penyedia layanan mengelola platform dan infrastruktur yang menjalankan aplikasi tersebut. PaaS merupakan layanan untuk menggunakan platform yang telah disediakan – pengembang fokus pada aplikasi yang dibuat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan platform. IaaS merupakan layanan untuk menggunakan infrastruktur yang telah disediakan.

Ada 4 (empat) model penyebaran (deployment) dalam komputasi awan: (1) public cloud, (2) private cloud, (3) hybrid cloud, dan (4) community cloud. Public cloud penggunaannya hampir sama dengan shared hosting, di mana dalam 1 (satu) server ada banyak pengguna. Private cloud hanya ada 1 (satu) pengguna dalam server. Hybrid cloud dapat digunakan untuk public atau private cloud. Sedangkan community cloud dapat digunakan bersama-sama oleh beberapa perusahaan yang memiliki kesamaan kepentingan (Ulum, 2015, blog.wowrack.co.id). Model penyebaran komputasi awan kadang sering disebut sebagai cloud storage.
Komputasi awan menjawab masalah dan tantangan IT. Sebut saja di antaranya adalah masalah tingginya anggaran investasi IT dan rencana pemulihan bencana (Disaster Recovery Plan, DRP) sebagai bagian dari business continuity. Kedua masalah tersebut dapat terjawab dengan baik oleh komputasi awan. Masalah lainnya, seperti tingginya tuntutan kebutuhan perusahaan, dapat terjawab dengan baik oleh komputasi awan dengan cara ketangkasan dalam pengembangan (seagate.com).
Beberapa pertimbangan utama sebelum beralih ke komputasi awan: (1) ketersediaan dan kecepatan internet, (2) kontrak jaminan tingkat pelayanan (Service Level Agreement, SLA), (3) komitmen/kesungguhan pelayanan penyedia jasa, (4) pengalaman penyedia jasa (khususnya di bidang komputasi awan), (5) on demand self service, (6) komputer server down, (7) keamanan dan privasi, (8) lokasi data dan yurisdiksi/ketetapan hukum, (9) backup data dan DRP, dan (10) biaya yang akan dikeluarkan.
Dengan adanya komputasi awan, jumlah komputer beserta sejumlah perangkat infrastruktur yang melekat dapat dihilangkan/dikurangi secara signifikan. Pergeseran tren perusahaan dalam membeli serta memelihara server dan aplikasi on-premise yang mahal, bergerak menuju ke bentuk metode penyewaan IT, sesuai dengan kebutuhan (cloudindonesia.com).
IT bukan merupakan pemberi kontribusi terbesar dalam pertambahan panas di Bumi. Tapi dengan menerapkan Green IT, salah satunya menerapkan komputasi awan, maka akan memberikan kontribusi positif dalam rangka mengurangi dampak negatif dari pemanasan global. Aktivitas cetak-mencetak kertas dapat dihindari. Komputasi awan mendukung Green IT, khususnya dalam hal efisiensi energi (karena penghilangan komputer beserta perangkatnya) dan paperless.

Sumber:
·  “Cloud Computing dan Contoh Penerapan dalam Perusahaan”. Diambil dari: http://cloudindonesia.com/cloud-computing-dan-contoh-penerapan-dalam-perusahaan/
· “Komputasi Awan dan Arsitektur Penyimpanan Awan”. Diambil dari: http://www.seagate.com/id/id/tech-insights/cloud-compute-and-cloud-storage-architecture-master-ti/
·      “Hybrid Cloud Hosting and Its Market Value”. Diambil dari: http://www.mytechlogy.com/IT-blogs/11965/hybrid-cloud-hosting-and-its-market-value/#.V-tZGoh974c
·       Anggi, Fersisilia. “Pengertian, Manfaat, Cara Kerja dan Contoh Cloud Computing”. Diambil dari: http://pusatteknologi.com/pengertian-manfaat-cara-kerja-dan-contoh-cloud-computing.html
·  Greiner, Robert. 2014. “Windows Azure IaaS vs. PaaS vs. SaaS”. Diambil dari: http://robertgreiner.com/2014/03/windows-azure-iaas-paas-saas-overview/
· Gsoedl, 2013. “Hybrid Cloud Storage”. Diambil dari: http://searchstorage.techtarget.com/magazineContent/Hybrid-cloud-storage
·         http://www.cloudcow.com/sites/default/userfiles/image/cloud_humor.png
·     Ulum, Bahrul. 2015. “Faktor Pertimbangan untuk Memilih Cloud”. Diambil dari: http://blog.wowrack.co.id/2015/01/faktor-pertimbangan-untuk-memilih-cloud.html

Comments

Popular Posts